Agen Judi bola online terpercaya, Bandar bola
BURSABET adalah agen betting online terpercaya dan terbaik sejak tahun 2009, Dapatkan Promo New Member Bonus 50%. Ayo gabung sekarang juga!

Judi Taruhan Sbobet, PSSI Pastikan Regulasi Liga 1 Sudah Final

March 27, 2017 | 💰 Liga Indonesia |

Judi Taruhan Sbobet

Asa sejumlah klub Liga 1 agar regulasi kompetisi tertinggi tersebut berubah harus kandas. PSSI menegaskan bahwa regulasi yang telah disosialisasikan beberapa waktu lalu telah final dan tak bisa lagi berubah.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menyebut bahwa pintu untuk mengubah regulasi telah tertutup. Saat ini, seluruh regulasi telah diputuskan dan bakal diimplementasikan pada Liga 1.

“Pada 16 Maret kemarin regulasi telah diputuskan,” ujar pria yang karib disapa Jokdri tersebut.

Menurut Jokdri, salah satu yang sudah dipastikan adalah kuota pemain asing untuk regulasi kompetisi mendatang. Kuota pemain asing dipastikan tetap 2+1+1.

“Ada dua pemain asing bebas, satu Asia ditambah satu lagi marquee player,” tuturnya.

Sebelumnya, klub-klub masih berharap dan yakin regulasi kompetisi masih belum final. Pasalnya, menurut mereka, masih banyak regulasi yang harus diperjelas pada manager meeting, 29 Maret mendatang.

Salah satu regulasi yang banyak disorot adalah kuota pemain asing. Hampir seluruh klub ingin agar kuota tetap ditetapkan 3+1.

Sementara itu, Jokdri mengaku memahami tuntutan dari sejumlah klub tersebut. Namun, ia menyebut bahwa klub harus ingat ada dua pilar sepakbola yaitu developmnet dan industri.

“Dua pilar ini harus saling menguatkan. Jadi, sepakbola tak sekadar mencari siapa yang menang,” tandasnya.

Bandar Tangkas365, Terus Berkarir di Eropa Jadi Prioritas Ezra Walian

March 26, 2017 | 💰 Liga Indonesia |

Bandar Tangkas365

Ayah Ezra Walian, Glenn Walian berharap anaknya terus berkarir di Eropa. Pasalnya, fasilitas di Benua Biru itu lebih bagus ketimbang di Indonesia untuk menunjang karir sepakbola Ezra.

Ezra kini sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Bahkan, pemain berusia 19 tahun itu sudah membela tim nasional U-22 Indonesia di pertandingan uji coba melawan Myanmar.

Ezra saat ini tercatat sebagai pilar klub Belanda, Ajax Amsterdam. Dengan status barunya sebagai WNI, maka muncul tanda tanya terkait masa depannya, akankah dia terus bermain di Eropa atau pindah ke Indonesia.

Pertanyaan itu akhirnya dijawab oleh Glenn Walian. Sang ayah, secara pribadi, berharap anaknya itu tetap bermain di Eropa.

“Pertanyaan itu selalu ditanyakan. Saya pikir dia masih 19 tahun dan itu masih muda. Saya ingin dia bermain di Eropa. Disana fasilitasnya untuk bagus, jadi saya ingin dia tumbuh besar Eropa,” ujar Glenn di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, Sabtu (25/3/2017).

Perubahan status kewarganegaraan itu kemudian dikhawatirkan bakal mempengaruhi kontrak Ezra di Ajax. Namun, Glenn berharap jika nantinya pihak Ajax memutuskan tak lagi menggunakan tenaga anaknya, Ezra bisa tetap berlaga di klub Belanda lainnya.

“Soal Ajax belum ada keputusan bahwa mereka mengakhiri kontrak. Namun saat ini belum ada tawaran dari beberapa negara. Tapi untuk perkembangan Ezra, negara manapun bagus. Jerman, Inggris, tapi saya lebih memilih Belanda,” tuturnya.

Glenn juga menegaskan anaknya tak akan kesulitan membagi waktu antara klub maupun timnas meski terpisah beribu-ribu kilometer jauhnya. Dia yakin anaknya akan bisa beradaptasi dengan baik terkait hal tersebut.

“Saya tidak tinggal di Indonesia untuk 3 sampai 5 tahun ke depan. Dan Ezra akan bermain di luar tapi akan main untuk timnas. Meskipun akan ada kesulitan dengan adaptasi, tapi itu akan di lakukan banyak juga pemain dari Denmark, Ceko, tapi mereka juga bisa,” pungkasnya

Bandar Tangkas365 Online, Ini Syarat Maitimo Untuk Klub Yang Ingin Meminangnya

March 25, 2017 | 💰 Liga Indonesia |

Bandar Tangkas365 Online

Raphael Maitimo membeberkan syarat untuk klub yang ingin meminangnya. Dia berharap tim yang dibelanya musim ini sehat dalam hal finansial dan berhasrat besar untuk jadi juara.

Setelah hengkang dari Arema FC, Maitimo kemudian memutuskan untuk gabung dengan PSM Makassar. Namun, kebersamaan dirinya dengan klub berjuluk Juku Eza itu hanya berlangsung tak sampai dua bulan.

Saat ini, Maitimo tengah mencari klub baru. Gelandang naturalisasi berdarah Belanda ini sebelumnya mengaku bahwa dia telah mendapat banyak tawaran, termasuk dari luar negeri.

Kini, Maitimo tinggal memutuskan klub mana yang ingin dia bela. Namun, pesepakbola berusia 33 tahun ini tak mau asal pilih klub karena dia memiliki kriteria khusus terkait klub yang ingin dia bela.

“Professional dan gaji lancar,” ujar Maitimo kepada Bola.net, Jumat (24/3/2017).

Kriteria klub idamannya tak sampai situ saja. Maitimo ingin agar klub barunya nanti punya fasilitas penunjang yang lengkap dan layak. Menurutnya, hal tersebut wajar diminta oleh setiap pemain profesional kepada klub yang akan mengontraknya.

“Fasilitas yang bagus, semua bagus seperti klub professional. Itu biasa kan kalau pemain bola professional,” tuturnya.

Namun dia juga menegaskan, klub barunya nanti haruslah klub yang punya peluang juara. “Harus ada target juara,” tutupnya.

Judi Bola Online, Jual Beli Lisensi Diindikasi Terjadi di Liga 2 Indonesia

March 24, 2017 | 💰 Liga Indonesia |

Judi Bola Online

Save Our Soccer (SOS) mengindikasikan adanya transaksi jual beli lisensi klub-klub yang berlaga di Liga 2. Mereka menilai transaksi terlarang tersebut luput dari perhatian PSSI.

Menurut Koordinator SOS, Akmal Marhali, ada setidaknya lima klub yang terindikasi melakukan jual beli lisensi. Mereka adalah PS Bintang Jaya Asahan yang pindah dan berganti nama menjadi 757 Kepri Jaya FC. Lalu, Villa 2000 yang berganti menjadi Celebest FC. Persebo Bondowoso menjadi Sumsel Musi Banyuasin FC, Persires Rengat menjadi Lampung Sakti FC, dan Laga FC yang berpindah kepemilikan menjadi Sragen United.

“Yang harus diingat PSSI adalah bahwa jual beli klub hanya dibolehkan melalui proses jual beli saham bukan jual beli lisensi. Pasalnya, bila yang terjadi adalah jual beli lisensi maka PSSI sejatinya sudah melanggar statute dan regulasi FIFA terkait lisensi klub profesional,” ujar Akmal.

Dalam penelusuran SOS, dalam transaksi jual beli yang ada selama ini, mayoritas transaksi adalah jual beli lisensi, bukan jual beli saham. Bahkan, ada yang hanya jual beli asset berupa logo klub. Parahnya lagi, jual beli lisensi yang dilakukan melibatkan pejabat teras PSSI sebagai perantaranya.

“Tidak dibenarkan pejabat teras PSSI menjadi makelar jual beli lisensi klub. Dikhawatirkan terjadi conflict of interest dalam proses jual beli lisensi dan juga saat klub tampil di kompetisi. Ini jelas melanggar etika,” tutur Akmal.

Akmal menyebut, dalam regulasi FIFA artikel 4.4 halaman 20, yang dijadikan acuan AFC dan PSSI dalam menentapkan lisensi klub profesional, dijelaskan bahwa lisensi klub tak bisa dipindahtangankan. Artinya, sambung mantan jurnalis olahraga ini, bila PSSI selaku federasi membolehkan jual beli lisensi, maka mereka serta merta telah melanggar statuta dan regulasi yang telah ditetapkan FIFA dan AFC.

“Dengan kata lain, FIFA-AFC pantas memberikan sanksi kepada PSSI,” ucapnya.

Akmal menyebut, seharusnya Komite Lisensi PSSI atau bahkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) bisa ikut turun tangan menertibkan masalah ini. Setidaknya, mereka bisa menjadi saksi terhadap transaksi jual beli klub yang dilakukan.

“Mereka juga bisa menilai apakah jual beli yang dilakukan itu jual beli saham layaknya sebuah Perseroan Terbatas (PT), atau jual beli lisensi. Bila terjadi pelanggaran harus diberikan sanksi, bukan didiamkan seperti yang terjadi,” kata Akmal.

Lebih lanjut, selain jual beli lisensi, ada satu lagi masalah yang kerap luput dari perhatian PSSI, yaitu cross ownership atau kepemilikan dua atau lebih klub dalam satu kompetisi. Padahal, hal ini juga hal yang diharamkan FIFA.

“PSSI saat ini menjadi simbol reformasi tata kelola sepakbola professional. Sejatinya, kesalahan masa lalu tak dibiarkan terjadi lagi. PSSI harus bekerja profesional dan bermartabat sesuai motonya. Mari sama-sama kita tegakkan aturan untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik,” harap Akmal.

Ini Alasan Luis Milla Mainkan Ezra Walian

March 23, 2017 | 💰 Liga Indonesia

Pelatih tim nasional U-22 Indonesia, Luis Milla mengungkapkan alasan memainkan Ezra Walian di pertandingan melawan Myanmar. Hal itu dikarenakan dia ingin mengetahui secara persis kemampuan penyerang naturalisasi tersebut.

Ezra baru datang ke Indonesia pada Minggu (19/3/2017). Penyerang berusia 19 tahun itu kemudian gabung latihan dengan skuat timnas U-22 pada Senin (20/3).

Ezra sendiri sebelumnya sama sekali belum pernah ikut proses seleksi maupun pemusatan latihan yang digeber oleh Milla. Sebab, dia masih harus menunaikan kewajibannya bersama dengan tim Jong Ajax Amsterdam alias tim cadangan raksasa Belanda tersebut.

Meski baru baru mendarat di Tanah Air, dan baru berlatih sehari saja, namun Milla akhirnya memutuskan memainkan Ezra melawan Myanmar. Dia dimainkan pada awal babak kedua.

Usai pertandingan, Milla ditanya alasannya memainkan Ezra. Pelatih berusia 51 tahun itu menerangkan, dia memainkan penyerang naturalisasi itu karena ingin tahu kemampuan asli pemain berdarah Manado tersebut.

“Hanya Ezra yang belum ada data real (nyata) dari semua pemain, jadi saya ingin melihat langsung permainan dia. Itu tanggung jawab saya soal memainkan dia,” terang Milla.

Penampilan Ezra sendiri bisa dibilang tak terlalu jelek ataupun terlalu bagus, karena dia juga belum benar-benar menyatu dengan rekan-rekannya. Dia juga tak bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan dengan skor 1-3 dari Myanmar.